Senin, 07 Februari 2011

MENGATASI ANAK SULIT MAKAN


DAMPAK ANAK SULIT MAKAN DAN PENANGANANNYA

     Dampak kesulitan makan pada anak
          Kesulitan makan yang sederhana, seperti ketika seorang anak sedang menderita sakit yang akut, belum tentu menunjukkan dampak yang berarti bagi kesehatan maupun tumbyh kembang anak. Pada kasus tertentu mungkin hanya merupakan kekhawatiran saja pada orang tua, karena persepsi yang kurang tepat tentang kesulitan makan yang dihadapinya.
Kesulitan makan yang berat dapat berlangsung lama akan berdampak negatif pada keadaan kesehatan anak, keadaan tumbuh kembang dan aktivitas sehari-harinya. Dampak kesulitan makan pada umumnya merupakan akibat dari gangguan masukan zat gizi yang terjadi. Beberapa zat gizi, berapa derajat kekurangannya, jangka waktu singkat atau lama. Contoh pada anak yang tidak mau atau tidak dapat makan untuk beberapa hari saja mungkin terjadi keadaan depresi energi yng akut (hipoglikemia), tanpa gejala yang nyata atau dengan gejala berkeringat dingin, bahkan pingsan dan kejang-kejang. Jika anak hanya tidak menyukai jenis makanan tertentu, misalnya tidak suka sayuran atau buah-buahan, mungkin terjadi kekurangan vitamin A. jika hanya mengkonsumsi cukup banyak susu murni saja, mungkin terjadi anemia defesiensi besi yang selanjutnya mungkin berdampak negatif terhadap kekebalan dan kecerdasan otak.
Jika jumlah masukan sumber energi dan protein kurang untuk jangka waktu lama, mungkin terjadi hambatan pertumbuhan dan perkembangan yang pada masa muda disebut gagal tumbuh (failure to thrive). Pada balita dapat terjadi penyakit malnutrisi energi protein atau kurang kalori protein.

Penatalaksanaan Anak Sulit Makan
Beberapa tips dalam mengatasi anak yang sulit makan adalah:
1) Jangan dengan perasaan emosi, marah atau dengan nada tinggi dan bersifat menekan.
2) Bila sudah tiba jam makan tapi anak sedang asyik bermain, jangan langsung dihentikan mendadak permainan si anak. Cobalah diingatkan sebelumnya, misalnya dengan berkata: sepuluh menit lagi permainannya harus berhenti ya… karena adik harus makan siang!...
3) Saat anak sedang merasa sedih, cobalah untuk terlebih dahulu membuat perasaan anak lebih baik dengan menunjukkan kasih sayang dan mencoba mengerti penyebab mengapa anak merasa sedih. Contoh: anak sedih karena kematian anjing yang disayanginya, maka bisa dihibur dengan mengatakan bahwa anjingnya sekarang sudah sembuh, tidak akan pernah sakit lagi di tempat yang baru.
Jika anak tidak mau makan dan si anak berada dalam keadaan sehat:
a.    singkirkan saja makanan dari meja makan dan anak tidak perlu diberi kudapan apapun di antara waktu makan utamanya. Dengan demikian ketika tiba waktu makan selanjutnya anak akan merasa lapar (bukan kelaparan) dan ia pasti akan makan apapun yang dihidangkan.
b.    Jangan memburu-buru agar anak makan dengan cepat. Jika semua sudah selesai makan, meja sudah dibersihkan dan anak masih bermain dengan makanannya maka sebaiknya makanannya disingkirkan. Anak mungkin akan marah, jika hal ini terjadi orang tua tidak perlu berdebat ataupun memarahi anak, berikan perpanjangan waktu yang cukup. Jika perpanjangan waktu sudah selesai maka makanan benar-benar ditarik dan tidak diberikan perpanjangan waktu lagi. Dengan demikian anak akan mengerti ada waktu untuk makan.
               4. Alat makan menggunakan model yang menarik bagi anak. Piring, sendok, gelas dengan motif binatang atau tokoh-tokoh kartun yang disukai anak.
               5. Menu makanan yang bervariasi dengan hiasan-hiasan yang menarik dan ajak anak untuk mendesain dan membuat bersam-sama.







































































































































































































Kode warna yang terpilih :

Jumat, 04 Februari 2011

Selintas Puskesmas Krebet


Puskesmas Krebet
     1. Visi dan misi
Visi Puskesmas Krebet adalah tercapainya pelayanan kesehatan yang profesional.
Misi Puskesmas Krebet adalah:
a. Memelihara dan meningkatkan pelayanan yang bermutu, merata dan terjangkau.
b. Mengupayakan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dasar seoptimal mungkin.
c.  Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
Guna mewujudkan visi dan misi Puskesmas Krebet dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berpedoman pada norma-norma yang ditetapkan, yaitu:
a.       Berpihak kepada masyarakat
Dalam UUD 1945 menetapkan bahwa setiap orang berhak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Berdasarkan UUD 1945 ini Puskesmas Krebet dalam memberikan pelayanan kesehatan selalu berpihak kepada masyarakat dengan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, tanpa membedakan suku, agama, golongan, dan status sosial ekonomi.
b.      Bertindak cepat, tepat dan profesional
Masalah kesehatan yang dihadapi makin kompleks dan berubah dengan cepat yang kadang menimbulkan masalah darurat kesehatan sehingga diperlukan tindakan yang cepat dan diikuti dengan pertimbangan yang cermat. Intervensi yang diberikan dalam keadaan ini tepat mengenai sasaran sesuai dengan masalah yang dihadapi.
c.       Kerjasama tim
Puskesmas Krebet memiliki sumber daya manusia dengan latar belakang pendidikan yang beragam sesuai dengan bidang masing-masing. Kerja tim yang baik dan kompak akan menghasilkan pelayanan kesehatan yang optimal.
d.      Integritas tinggi
Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, pimpinan dan seluruh karyawan Puskesmas Krebet memiliki komitmen yang tinggi, ketulusan hati, kejujuran, kepribadian yang teguh dan bermoral tinggi dalam upaya mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan.

         2  Motto dan Janji Layanan
Motto Puskesmas Krebet adalah Kepuasanmu adalah Kebahagiaanku. Janji Layanan Puskesmas Krebet adalah Kami Melayani dengan Profesional.
  3. Lokasi
Puskesmas Krebet terletak di Desa Krebet, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten  Madiun.
  4. Wilayah kerja
Puskesmas Krebet mempunyai wilayah kerja 9 desa yaitu Krebet, Ngale, Pulerejo, Muneng, Purworejo, Wonoayu, Pillangkenceng, Luworo dan Kedungbanteng.

        5. Karyawan dan job description

No
Ruang Kerja
Jumlah Tenaga
Pendidikan
Status Kepegawaian
1
Loket
1
SMEA
PNS
2
Poli Umum
3
1. Kedokteran Umum
2. S1 Keperawatan
3. D III Keperawatan
1. PNS
2. PNS
3. PTT
3
Poli Gigi
2
1. Kedokteran Gigi
2. D III Perawat Gigi
1. PNS
2. PNS
4
KIA
3
1. D III Kebidanan
2. D III Kebidanan
3. D III Kebidanan
1. PNS
2. PNS
3. PNS
5
Laboratorium
1
 S1 Sospol
PNS
6
Imunisasi
1
 S1 Sospol
PNS
7
Sanitarian
1
 D IV Kes. Ling
PNS
8
Gizi
1
S 1 Gizi
PNS
9
Prom-Kes
1
S 1Kes. Masyarakat
PNS
10
Tata Usaha
1
SMEA
PNS
11
Apotik
1
SMF
PNS
12
Penjaga
1
SMP
Honorer

6.   Waktu Pelayanan
      Pelayanan dibuka mulai pukul 8.00 sampai dengan 13.00 setiap hari kerja.
   7.  Standart pelayanan
Standart pelayanan mengacu pada Lampiran Keputusan Kepala Puskesmas Krebet Nomor 15/05/KEP/2007 tentang Standart Pelayanan Publik Puskesmas Krebet Kabupaten Madiun.
a.       Loket
Dimensi loket adalah sebagai berikut:
      1) Luas 2,5 m x 3 m
2) Penerangan baik
3) Ventilasi baik
4) Pintu 80 cm x 190 cm
5) Lubang loket 20 cm x 30 cm
6) Lantai keramik
7) Plafon eternit
8) Meja tulis
9) Meja komputer
10) Komputer dan printer
11) Alat tulis
Prosedur pengajuan dengan cara mendaftar pada petugas sesuai dengan antrean Pelayanan loket di Puskesmas Krebet menggunakan komputer dengan sistem LAN yang tersambung ke Poli Umum, KIA dan Apotik sehingga data bisa diakses dari tempat tersebut.
Waktu pelayanan adalah  2 – 5 menit. Spesifikasi hasil pelayanan adalah informasi tempat pelayanan yang akan dituju pasien. Loket ini melayani semua pengguna layanan Puskesmas.
b. Poli umum
Prosedur pengajuan layanan dengan mendaftar di loket kemudian dipanggil petugas sesuai nomer urut di komputer. Waktu penyelesaian pelayanan 10 – 15 menit setiap pasien.
Spesifikasi hasil pelayanan adalah pemeriksaan dari dokter umum dibantu oleh  perawat sehingga pasien mendapatkan tindakan yang sesuai. Apabila di Poli umum tidak mampu memberi tindakan maka akan diberikan fasilitas rujukan ke rumah sakit. Pengguna Poli umum meliputi pasien umum, pasien Jamkesmas dan peserta Askes.
b.      Apotek
Prosedur pengajuan layanan dengan mendaftar di loket kemudian dipanggil petugas sesuai nomer urut di komputer. Waktu penyelesaian pelayanan 2 – 5 menit setiap resep.
Spesifikasi hasil pelayanan adalah obat dan penjelasan cara minum atau memakai dan efek samping yang mungkin timbul.
c.       KIA
Prosedur pengajuan layanan dengan mendaftar di loket kemudian dipanggil petugas sesuai nomer urut di komputer. Waktu penyelesaian pelayanan 10 – 20 menit setiap pasien.
Spesifikasi hasil pelayanan adalah pemeriksaan oleh bidan  sehingga pasien mendapatkan tindakan yang sesuai. Apabila di KIA memberi tindakan maka akan diberikan fasilitas rujukan ke rumah sakit. Pengguna KIA meliputi pasien umum, pasien Jamkesmas dan peserta Askes.
d.      Poli Gigi
Prosedur pengajuan layanan dengan mendaftar di loket kemudian dipanggil petugas sesuai nomer urut. Waktu penyelesaian pelayanan cabut gigi 10 – 20 menit sedangkan tambal gigi 15 – 20 menit setiap pasien.
Spesifikasi hasil pelayanan adalah pemeriksaan oleh Dokter Gigi sehingga pasien mendapatkan tindakan yang sesuai. Apabila di Poli Gigi tidak dapat memberi tindakan maka akan diberikan fasilitas rujukan ke rumah sakit. Pengguna Poli Gigi meliputi pasien umum, pasien Jamkesmas dan peserta Askes.
e.       Laboratorium
Spesifikasi hasil pelayanan adalah pemeriksaan oleh tenaga laboratorium yang telah mengikuti pelatihan.. Pengguna pelayanan laboratorium meliputi pasien umum, pasien Jamkesmas dan peserta Askes.
f. Ruang imunisasi
Prosedur pengajuan layanan dengan mendaftar di loket kemudian dipanggil petugas sesuai nomer urut. Waktu penyelesaian pelayanan imunisasi 5 menit  setiap pasien.
Spesifikasi hasil pelayanan adalah pemberian imunisasi oleh jurim yang terlatih. Pengguna pelayanan imunisasi meliputi pasien umum, pasien Jamkesmas dan peserta Askes.
g. Ruang tunggu
Dimensi ruang tunggu adalah sebagai berikut:
1)   Luas 5 m x 5 m
2)   Penerangan baik
3)   Ventilasi baik
4)   Lantai keramik
5)   Plafon eternit
6)   Televisi
7)   Kamar mandi dan WC
8)   Kursi panjang
9)   Tempat sampah
        h. Pelayanan informasi dan pengaduan
Petugas pelayanan informasi dirangkap oleh petugas tata usaha dengan pendidikan SMEA. Sarana informasi yang ada dalam bentuk leaflet, nomor telpon yang bisa dihubungi selama jam kerja.
Pelayanan pengaduan disediakan kotak saran lengkap dengan buku dan alat tulis, atau dapat menghubungi melalui telpon pada jam kerja. Pelayanan dan penanganan pengaduan dipimpin oleh pimpinan puskesmas dibantu beberapa staf.
       i.  Waktu Pelayanan
Puskesmas Krebet buka setiap hari kerja mulai jam 08.00 s/d 13.00 kecuali hari libur dan hari besar tutup. Pelayanan bersalin dan ambulan buka 24 jam.